bagaimana cara meyakinkan atasan? gunakan 3D

pernah punya ide brilian tapi ditolak atasan?

saya sering.

namun seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai mengerti beberapa tips untuk meyakinkan atasan (atau rekan kerja kita) menggunakan tips yang saya pelajari di GE yang disebut 3D.

Agar ide kita lebih gampang diterima, kita mesti menyiapkan peluru berupa 3D berikut ini:

1. Data

Tidak ada hal yang lebih powerful di dalam diskusi di tempat kerja kita dibanding data. Tinggalkan debat kusir atau argumentasi panjang tanpa data.

Dibandingkan dengan meyakinkan atasan dengan kata-kata panjang lebar sampai menegangkan urat leher atau mata berair karena sebel ide kita ngga diterima juga (dulu saya sering begitu), lebih baik gunakan data.

Contoh:

mungkin kamu punya usulan agar kantor kita beralih dari menggunakan Blackberry kepada smartphone lain. Walaupun semua orang dikantor kita termasuk semua bos-bos sudah sangat muak dengan “jam pasir” atau “cabut baterai” tapi usul kita agar beralih ke Samsung atau iPhone ditolak mentah-mentah, karena alasan Blackberry masih banyak dipakai orang dimana-mana.

Nah, daripada frustrasi, bagus juga jika kita lakukan sedikit riset dan memberikan argumentasi berdasarkan data berikut:

idc_smartphone ios bb andr

 

Fokus untuk menjelaskan bagaimana Blackberry makin jadi kerdil dimakan oleh Apple dan mahluk bernama Android.

Siapa pemain Android? Dukung dengan grafik ini:

samsung and android

 

“Samsung adalah masa depan smartphone, Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu…” (kira-kira itu kalimat penutup presentasi kamu).

2. Demonstrate

Dalam banyak kasus, kita tidak punya data karena datanya memang tidak ada. Mungkin usulan kita berupa inovasi baru yang belum pernah ada. Nah, untuk meyakinkan bos, kita perlu mendemonstrasikan ide kita dalam bentuk visual, barang atau prototype.

Sekali lagi, tinggalkan argumentasi dalam bentuk kata-kata panjang yang berbusa-busa…itu jarang banget berhasil, kecuali jika bos atau kantor kita punya budaya KKN ya mungkin bisa pakai sogokan atau “jilat pantat” bos. Buat saya, itu perilaku purba, mending kita pakai cara yang lebih beradab dan fun, seperti bikin prototype.

Contoh:

IDEO, sebuah perusahaan konsultan desain, sangat terkenal dalam membuat klien mereka terlibat dalam membuat demonstrasi, mock up, prototype menggunakan material yang murah meriah seperti karton, stereoform, guntingan majalah atau post it.

prototype1

 

Ini adalah sebuah prototype yang dibuat IDEO bersama klien-nya yang lalu setelah direvisi dan akhirnya dibuat mempunyai bentuk akhir seperti ini:

prototype 2

 

Baru-baru ini di tempat klien saya, sebuah team Drilling yang mencoba membuat cara agar cycle time lebih cepat, membuat prototype dari pipa paralon (mengganti tubing dan pipa besar)  untuk mencoba mengevaluasi dan meyakinkan atasannya bahwa sistem itu bisa dilakukan dan akan lebih cepat.

Teman saya Raymond Petrus sering sekali membuat visual atau mock up untuk menampilkan ide-idenya, misalnya sebuah prototype ATM yang dulu kita pajang didepan ruangan CEO tempat kerja kita dulu.

Secara singkat, selain data, kita bisa meyakinkan orang dengan membuat visualisasi atau prototyping agar “benda” atau “service” yang kita usulkan bisa lebih nyata bagi orang lain.

Cara lain dalam demonstrasi ini  adalah membawa orang yang perlu kita yakinkan ke tempat yang mempunyai produk/layanan lebih bagus. Hampir seluruh perusahaan Amerika yang ingin menerapkan Lean enterprise, inisiatornya pasti mengajak sang CEO pergi melihat pabrik Toyota baik di Amerika atau langsung di Jepang.

3. Demand

Selain Data, Demonstrate, cara lain untuk meyakinkan atasan kita adalah menunjukkan adanya Demand atau permintaan untuk melakukan usul kita.

Demand bisa berupa permintaan dari:

a. Pemerintah/regulasi, misalnya: jika usulan kita adalah membuat kantor bebas asap rokok, kita bisa meunjukkan peraturan yang mengatur hal itu.

b. Customer/Competition, misalnya kita bekerja di sebuah bank yang mempunyai proses persetujuan kredit hampir 1 bulan. Jika kita punya ide brilian untuk memangkas waktu proses, kita bisa menunjukkan adanya “kebutuhan” dari para nasabah dengan menginformasikan bahwa para pesaing kita bisa melakukan itu dalam 2 minggu saja.

Secara singkat, 3D adalah amunisi dalam meyakinkan para atasan kita. Ingat, atasan kita adalah orang-orang sibuk dengan banyak sekali fokus yang harus dihandle. Jadi jangan buang waktu mereka (dan waktu kita) dengan argumentasi tanpa amunisi yang mendukung.

Oh ya, ini juga bisa digunakan untuk meyakinkan rekan kerja, bawahan dan siapa saja yang perlu diyakinkan.

catatan: belum berhasil untuk meyakinkan istri saya ;)